Close
Watch trailer

The Dark Knight

232 min Action, Crime, Drama 18 July 2008

When the menace known as the Joker emerges from his mysterious past, he wreaks havoc and chaos on the people of Gotham, the Dark Knight must accept one of the greatest psychological and physical tests of his ability to fight injustice.

IMDB Rating :9/10 (1.817.172 votes)
Director:Christopher Nolan
Writers:Christopher Nolan, Jonathan Nolan
Stars:Christian Bale,Heath Ledger,Aaron Eckhart
Country:USA, UK
Language: English, Mandarin
Budget:$185,000,000
Revenue:$533,316,061
Have watched The Dark Knight?
Share your opinion about the movie through the review box below. :)
User Reviews (14)
7 reviews
recommends this movie.
28 January 2016 - 17:59
Leo Snack Kentang : Siapa yang nggak kenal akan nama superhero yang satu ini? Ksatria malam yang misterius dan cool, yaitu Batman, sang manusia kelelawar yang siap membela kebenaran dan menumpas kejahatan. Tokoh ini merupakan salah satu superhero kesukaan saya karena teknologi yang dimilikinya serta superhero yang paling masuk akal jalan ceritanya, hehehe… Kini Batman udah ada film terbarunya, yaitu Batman The Dark Knight. Cerita di film terbaru Batman ini sebenarnya kelanjutan dari cerita film pertama nya(Batman Begins). Kisahnya sekarang kota Gotham diserang dengan berbagai teror. Batman (Christian Bale) dibantu oleh Letnan Jim Gordon dan Jaksa Harvey Dent (Aaron Eckhart) mencoba mengatasi kejahatan yang merajalela di jalanan danmenghadapi lawan berat dari sosok yang menamakan dirinya The Joker (Heath Ledger). berani meneror kota Gotham soalnya Bos Mafia Marconi kan udah di penjara, jadinya sekarang mafia di Gotham udah nggak ada lagi yang mimpin, jadi Joker mulai melakukan peran jahatnya di kota ini. Sepertinya kini Batman harus menghadapi Joker dengan sulit, karena tampaknya Joker merupakan musuh yang tangguh karena dia pandai dalam strategi. Dia bagus menyusun rencana jahatnya seperti menjebak mantan kekasih Bruce Wayne atau mantan kekasihnya Batman yaitu Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal) yang sekarang menjalin hubungan dengan Dent. Bahkan Dent pun juga akan berubah menjadi Two Face karena jebakan mautnya Joker ini. Joker bahkan ikut mencuri dan merampok di kota Gotham, dalam melakukan perampokan, Joker terkenal tak ragu-ragu untuk menghabisi nyawa korban bahkan anak buahnya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa ia tak main-main. Setelah mengacaukan kota Gotham, Joker memberikan tawaran menggiurkan pada sindikat kejahatan kota Gotham yang mulai ketakutan pada Batman. Dengan imbalan setengah dari aset mereka, Joker akan menghabisi Batman. Joker kemudian memberikan tuntutan agar kota Gotham menyerahkan Batman atau Joker akan membunuh lebih banyak orang lagi sampai Batman menyerahkan diri. Saat Bruce Wayne akhirnya memutuskan kalo dia mau ngaku bahwa sebenarnya yang selama ini menjadi Batman adalah dia, namun Harvey justru tampil dan mengaku bahwa ia adalah Batman. Polisi pun kemudian menangkap Harvey dengan maksud menyerahkannya pada Joker. Saat Harvey sedang berada dalam mobil yang akan mengantarnya menuju tempat Joker, mobil ini diserang oleh Joker dan anak buahnya. Dalam pertempuran ini, Joker akhirnya berhasil diringkus namun Rachel meninggal sedangkan Harvey menderita luka bakar yang lumayan parah. Sementara di saat yang sama Joker justru berhasil melarikan diri dari tahanan. Namun masalah Batman belum selesai, bahkan Batman mendapat musuh tangguh baru lagi. Harvey yang sebelah wajahnya terbakar justru menyimpan dendam pada Batman, Gordon, dan Joker akhirnya menjadi Two Face, musuh besar Batman. Sementara di dalam Wayne Enterprise sendiri ada seorang yang mengetahui bahwa Bruce Wayne adalah Batman.
5 reviews
recommends this movie.
28 January 2016 - 15:18
Lewat Batman Begins, 2005 lalu, sutradara jenius, Christopher Nolan secara tidak langsung sudah membuat batasan begitu tinggi bagi genre-genre supehero movies. Ya, kisah reboot dari salah satu franchise terlaris milik DC Comics itu memang mencapai kesuksesan luar biasa, baik secara kualitas maupun pencapaian box-office dan tidak hanya memuaskan para die hard fans Batman, namun juga bagi mereka para penonton awam, sehingga tidak terlalu mengherankan jikan 3 tahun sesudahnya, The Dark Knight kembali hadir untuk meneruskan kisah pahlawan berseragam kelelawar ini, dan hasilnya, Spektakuler!!. The Dark Knight di bawah panji Warner Bros. kembali berjaya di tangga box-office sekaligus menempatkan film ke-6 Nolan ini menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan nyaris menyentuh 1 milyar Dollar, wow! Jika dalam Batman Begins Nolan mencoba me-reset kisah Batman dari awal dengan berfokus pada sosok miliyader Bruce Wayne dalam usahanya bertransformasi menjadi sosok mask vigalante lewat berbagai peristiwa dan perjuangan berat. Singkat kata, dalam Batman Begins semuanya tentang Batman dan Bruce Wayne. namun dalam sekuelnya ini, Ksatria Malam itu tampaknya harus berbagi pesona dengan sosok villant baru, yang jelas jauh lebih sangar dari The Scarecrow maupun Ra’s al Ghul. Yup, siapa lagi jika bukan The Joker (Heath Ledger). sang badut pyscho yang sama sekali tidak lucu ini memang benar-benar menjadi ikon dalam The Dark Knight. Oh, maaf, selain itu sang kekelawar juga harus kembali membagi pesonanya dengan Jaksa Wilayah Gotham yang baru, Harvey Dent (Aaron Eckhart) alias Two Face, hasilnya sebuah ensemble cast karakter paling hebat dalam sejarah superhero movies hingga saat ini. Filmnya sendiri juga tidak kalah dahysat-nya. Nolan sepertinya menambah segala yang ada dalam Batman Begins dalam porsi dua kali lipat lebih besar. Ya, sutradara 41 tahun ini menaikan tensi plot dengan megah, menggeber banyak klimaks kecil yang pada akhirnya ‘meledakannya’ dengan berbagai twist sejak pertengahan film. Di mulai dengan opening scene menarik dimana secara bersamaan Nolan juga memperkenalkan sosok Joker dengan rencana perampokan bank jeniusnya, pencidukan karkater antagonis, Lau dari Hong Kong, pesta pra kampanye Harvey Dent yang disambangi Joker hingga kejar-kejaran tegangan tinggi antara mobil boks dan truk pun dibesut dengan sangat baik oleh Nolan, menjadikannya salah satu adegan car chase paling memorable sepanjang sejarah yang kemudian berujung dengan hancurnya Batmobile dan memuculkan debut tunggangan Batman paling muktahir, Batpod. Dan itu semua tidak terjadi di akhir film. Wow sekali lagi! Nolan memang adalah orang yang paling bertanggung jawab di baik lahirnya sosok Batman yang baru, sosok yang jelas sangat jauh berbeda dengan film-film Batman sebelumnya, begitu manusiawi, mungkin hanya Nolan yang mampu membuat Batman bisa terbang dengan segala kemasuk-akalannya. Di sisi lain, dalam wujud seorang Bruce Wayne, Nolan menggambarkan pahlawan kita ini sebagai seseorang yang keras tapi juga sensitif, lihat saja disaat ia merasa dikalahkan Harvey Dent – yang kini bersanding dengan wanita idamannya, Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal) – di resto miliknya. Bruce juga kemudian membuatkan pesta pra-kampanye untuk Dent, dan itu dilakukannya semata-mata karena ego-nya yang tidak mau dikalahkan Dent sekaligus bukti penyambutan dirinya atas hadirnya Dent sebagai sosok ‘Ksatria Putih Gotham’ ! Pada akhirnya anda bisa mengerti mengapa tidak kata kata “Batman” dalam judulnya. Ya, film ini terlalu keras dan sadis untuk dapat dikonsumsi bocah-bocah yang selama ini mungkin menggambarkan sosok pahlawan pujaan mereka beraksi layaknya pada komik atau versi animasinya. Namun terlepas dari itu, film Batman yang dewasa ini tak mampu banyak berkutik mengeksplor akting para pemain pendukungnya. Meski terlihat lebih baik dibanding Katie Holmes, Maggie Gyllenhaal hanya kuat dalam kepribadian Dawes. Cantik tidak, manis pun tidak. Jadi jangan terlalu dipikirkan kenapa sosoknya bisa membuat seorang Harvey Dent tergila-gila dan seorang Bruce Wayne tetap mencintainya. Tidak ada ruang untuk itu, sebab Nolan tidak ingin bercengeng-ria disini. Lihat saja kematian Dawes langsung di jadikan Nolan sebagai pemicu lahirnya karakter viiliant baru, Two-Face. Tak ada tagisan! Sedangkan kematian jaksa wilayah pun juga di-plot Nolan sebagai raibnya Batman dari Gotham. Sosok Alferd (Michael Caine), Letnan James Gordon (Gary Oldman) maupun Lucius Fox (Morgan Freeman) tak mampu berkutik banyak disni. Toh, meskipun begitu Caine, Oldman dan Freeman tetap enak ditonton. Namun seperti yang saya katakan di awal tadi bahwa Heath Ledger dengan karakter Joker-nya adalah ikon terbesar dalam The Dark Knight. Sejak kehadirannya pada menit-menit awal disaat Joker membuka topeng badutnya, disaat itu juga Ledger sudah berhasil membuat bulu kuduk saya bergidik. Ya, selain Nolan, Ledger lah yang menjadi kunci mengapa The Dark Knight begitu dahsyat, kuat dan mengasyikan untuk ditonton. Joker yang dibawakannya memang tampil begitu misterius, begitu sadis dan mematikan namun disisi lain ia juga seorang jenius dan ahli dalam mempermainkan emosi lawan-lawannya dengan guyonan-guyonan ‘sintingnya. Ya, seperti yang dikatakannya, “I’m an agent of chaos”, Joker memang biangnya membuat onar dan kekacauan. Melalui The Dark Knight, Nolan seakan-akan memberikan contoh bagaimana membuat film superhero yang sempurna kepada para sineas lain. Tidak hanya mengobral adegan aksi spekatakuler, namun Nolan juga menginjeksinya dengan plot kuat dengan rententan twist mengejutkan yang dapat mempermainkan emosi dan pikiran setiap penontonnya. Apalagi disini juga ada sosok ‘badut gila’, Joker yang dibawakan sangat ciamik oleh almarhum Heath Ledger, membuat segalanya menjadi semakin lengkap. So far, Nolan’s The Dark Knight still the best superhero film ever made. Jangan lupa selalu sedia LEO SNACK KENTANG yaaa rasanya yang renyah krenyes~krenyes itu bikin ketagihan. Ada banyak pilihan variasi rasanya juga ... dijamin puasss
1 reviews
recommends this movie.
19 November 2015 - 11:46
Film Keren
1 reviews
does not recommend this movie.
16 October 2015 - 15:51
Film ini sangat seru unik dan sangat menyenangkan. Banyak hal seru yg dapat dipetik dari menontonnya. Jangan ketinggalan deh , apalagi kalo nontonnya bareng makan LEO SNACK KENTANG
4 reviews
recommends this movie.
6 August 2015 - 12:46
The Dark Knight‘ adalah film Batman yang paling kelam sekaligus paling luar biasa. Ia menghadirkan pahlawan dan villain dengan trauma emosionil yang mendalam. Dengan kerangka “superhero” justru Christoper Nolan membawa konflik psikologis ini menjadi sarana dengan elemen fantastis untuk sebuah kontemplasi sederhana sambil nonton sambil makan snack leo mantap. Akun twitter. @ASku82
1 reviews
does not recommend this movie.
31 July 2015 - 11:24
Salah satu film trailer kesukaanku, ada jokernya yg kalo liat wajahnya serem,dijamin menegangkan dan penuh konsentrasi kalo nonton The Dark Knight diBioskop suaranya pasti jeduar-jeduar rame banget, aku tungguin tayang diTv @Mmh_Ina
17 reviews
recommends this movie.
31 July 2015 - 09:53
gw inget nonton film ini bareng gebetan waktu itu, dia pecinta batman bgt sedangkan gw nggak begitu. superhero favorit gw saat itu Spiderman, skrg sih udah nambah Thor sm The Flash. gw mau nonton film ini krn liat sutradaranya yaitu Christopher Nolan. gw udah nonton 2 film dia sbelumnya yaitu Memento dan The Prestige yg gw suka bgt. oke jd film TDK menurut gw kuat dr segi cerita dan karakter tokohnya, terutama Joker, ga biasa2nya gw nonton film malah suka sama villain-nya. actionnya keren, visual editing cakep, akting udah ga usah dipertanyakan lagi. film ini bakal lebih mantep bgt klo ditonton di bioskop sih, cuma bagi yg belom nonton ya pilihannya nonton lewat dvd. gpp, kamu bisa atur sound system di rmh kamu biar mirip2 di bioskop lah, hihihi. jangan lupa beli LEO SNACK KENTANG untuk menemani kamu nonton krn durasi filmnya lama lhoo. makanya beli LEO SNACK KENTANG yg banyak ya. P.S : if you're good at something, never do it for free - the joker.
3 reviews
recommends this movie.
31 July 2015 - 01:17
Ngaku pecinta film tapi belum nontn The Dark Knight? Haha lo belum gaul kalo belum nonton The Dark Knight. Buruan deh nonton film ini dijamin nggak rugi dan bikin kita geregetan pas nonton. Mau tau cara nonton The Dark Knight biar lebih seru? Ambil aja Leo Snack Kentang dijamin acaran nonton lo bakal lebih seru dan menantang. @imas1508
2 reviews
does not recommend this movie.
30 July 2015 - 19:58
The Dark Knight adalah film yang cocok ditonton sama gebetan sambil makan LEO SNACK KENTANG. Karena alur cerita filmnya keren banget. Pemainnya total dalam berakting. Pokoknya sempurna bangett! @elalaaaaaaa
7 reviews
recommends this movie.
30 July 2015 - 15:38
salah satu film favorit ku , adegan2 nya keren ,alur cerita nya bagus dan keren ,Leo Snack Kentang memang nikmat dan lezat
1 reviews
does not recommend this movie.
30 July 2015 - 14:56
Saya pada awalnya ingin mengklaim jika ‘The Dark Knight‘ adalah film tentang superhero terbaik yang pernah saya tonton. Tapi saya menimbang ulang perspektif tersebut, karena setelah saya fikir-fikir tidak ada yang super tentang Batman. Dia hanya seorang manusia tangkas yang cerdas, ulet dan dibantu dengan kekayaan yang luar biasa untuk menciptakan gadget yang mampu mengakomodir kebutuhan kegiatan ‘malam’-nya. Lantas kalau bukan film tentang superhero, ini film tentang apa ya? Yang saya dengar ‘The Dark Knight‘ memicu provokasi akan subgenre yang bernama comic-book-movie. Saya sebenarnya kurang paham tentang istilah itu. Mungkin nanti saya periksa di Wikipedia, itu juga kalau sudah ada. Menurut saya ‘The Dark Knight‘ terlalu kompleks untuk dikotakkan pada satu titik saja, sebagian drama, sebagian aksi dan mengandung unsur-unsur psikologis yang kental. Cerita merupakan sambungan langsung dari ‘Batman Begins‘. Bruce Wayne mulai menekuni dengan serius kegiatan malamnya, sementera masyarakat terbelah antara mendukung dan menentang. Begitu juga dengan pihak kepolisian. meski telah benyak membantu, sekutu yang ia bisa andalkan cuma (bakal) Komisaris Gordon (Gary Oldman). Sementara itu seorang Jaksa Wilayah bernama Harvey Dent (Aaron Eckhart)-yang bagi siapa saja yang pernah membaca komiknya bakal tahu itu siapa-tengah memgusut dunia hitam di Gotham, sisa-sisa yang ditinggalkan oleh Falcone sebelumnya. Harvey sendiri bekerjasama dengan Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal, menggantikan Katie Holmes) asisten sekaligus kekasihnya. Sementara itu, seorang kriminal kecil bernama Joker memasuki Gotham dan memulai eksperimennya dengan kekacauan terhadap komunitas Gotham. Intrik Joker inilah yang akan mepertemukan mereka dalam nasib yang akan menentukan masa depan mereka. Saya mengagumi kerangka struktur dunia yang direka Christoper Nolan sebagai sutradara, membawa Batman kedalam multi-dimensi yang dapat direlasikan dengan mudah kepada penonton, sekaligus menghilangkan jarak dengan penontonnya, karena film terasa lebih membumi. Bahkan, dibandingkan ‘Batman Begins’ film ini mengandung unsur realisme yang lebih kental. Filmnya sendiri berjalan dengan suspensi yang terjaga, dengan kejutan-demi-kejutan yang membuat kita terhenyak di kursi kita. Skrip, yang ditangani secara duet Christoper dengan sudara laki-lakinya Jonathan, menghadrikan ritme yang dinamis, plot yang cerdas dan menghindarkan penyederhanaan konflik dan solusi yang biasa di film-film sejenis dan uniknya juga menyelipkan alegori puitis sarat makna. Gotham adalah seting bagi pertikaian abadi antara kejahatan melawan kebaikan, yang dalam hal ini dipersonifikasi melalui simbol-simbol yang diusung oleh Batman dan his archenemy Joker! Kemunculan Joker sudah diindikasikan melalui akhir ‘Batman Begins‘ sehingga memang sudah dapat diantisipasi kehadirannya. Yang tidak diharapkan, ternyata Heath Ledger, pemeran Joker mutakhir, meniupkan ruh yang luar biasa untuk menghidupkan karakter Joker; cerdas, sadis, sekaligus menggelikan namun loveable. Lho, apakah karakter villain seperti Joker bisa dikatakan loveable? Bisa, Ledger membuktikannya. Dia memang kejam, namun Joker bukanlah karakter psikopat yang gampang dibenci, karena kita menyadari jika Joker sendiri dihadirkan Nolan dengan dimensi yang lebih luas, menghindari tipikal warna hitam dalam karakternya dan elaborasi latar belakang yang lebih subtil sekaligus humanis. Gestur, mimik, intonasi, dan attitude Joker dimanifestasikan dengan sangat sempurna oleh Ledger, sehingga kita teryakinkan jika ia adalah Joker dan Joker itu adalah Ledger. Sayangnya ini menyebabkan jika karakter Joker terasa sangat mendominasi, menyebabkan Christian Bale dan Batmannya terasa termarginalkan, meskipun dia meneruskan dengan persistensi yang kuat sebagai Bruce Wayne yang flamboyan dan Batman yang kelam dan misterius. Aaron Eckhart sendiri tak kalah gemilangnya dalam mencuri perhatian. Dan tentu saja, dengan nama-nama seperti Maggie Gyllenhaal, juga Michael Caine
3 reviews
recommends this movie.
30 July 2015 - 12:33
Film ini menarik soalnya menghisahkan pertarungan psikologis antara dua tokoh central Batman dan Joker ( yang diperankan oleh almarhum Heath Ledger) . Yang membuat saya kagum justru karakter Joker yang lebih menonjol. Joker tidak merampok bank-bank milik pemerintah tetapi dia merampok satu per satu bank-bank swasta milik mafia yang digunakan untuk mencuci uang hasil bisnis haram mereka, dia juga tidak mau disuap tidak punya rasa takut dam mempunyai harga diri tinggi. Secara garis besar Dia berhasil menunjukkan fakta bahwa kota Gotham merupakan kota busuk yang tidak bisa diselamatkan lagi. Jika semua institusi korup, pihak-pihak penegak keadilan mudah disuap, kriminal merajalela, dan kesenjangan sosial begitu tinggi maka cepat atau lambat sebuah kota ataupun negara sudah dipastikan akan hancur. Walaupun di akhir cerita Joker berhasil di tangkap tetapi dia berhasil menang secara psikologis. Batman dan Detective Gordon akhirnya terpaksa menyembunyikan segala kejahatan dan ulah yang telah dilakukan oleh Harvey Dent. Hal itu sungguh mengecewakan sebab sosok Batman dan Detective Gordon yang diawal-awal film hingga akhir bersikap begitu jantan, ternyata cuma sosok pengecut yang berkomplot melakukan pembohongan publik. "All you care about is money. This town deserves a better class of criminal, and I'm gonna give it to 'em. Tell your men they work for me now. This is my city." - THE JOKER Christopher Nolan benar-benar brilliant menggarap film ini thumbs up !!! 10/10
recommends this movie.
29 July 2015 - 19:29
Lewat Batman Begins, 2005 lalu, sutradara jenius, Christopher Nolan secara tidak langsung sudah membuat batasan begitu tinggi bagi genre-genre supehero movies. Ya, kisah reboot dari salah satu franchise terlaris milik DC Comics itu memang mencapai kesuksesan luar biasa, baik secara kualitas maupun pencapaian box-office dan tidak hanya memuaskan para die hard fans Batman, namun juga bagi mereka para penonton awam, sehingga tidak terlalu mengherankan jikan 3 tahun sesudahnya, The Dark Knight kembali hadir untuk meneruskan kisah pahlawan berseragam kelelawar ini, dan hasilnya, Spektakuler!!. The Dark Knight di bawah panji Warner Bros. kembali berjaya di tangga box-office sekaligus menempatkan film ke-6 Nolan ini menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan nyaris menyentuh 1 milyar Dollar, wow! Jika dalam Batman Begins Nolan mencoba me-reset kisah Batman dari awal dengan berfokus pada sosok miliyader Bruce Wayne dalam usahanya bertransformasi menjadi sosok mask vigalante lewat berbagai peristiwa dan perjuangan berat. Singkat kata, dalam Batman Begins semuanya tentang Batman dan Bruce Wayne. namun dalam sekuelnya ini, Ksatria Malam itu tampaknya harus berbagi pesona dengan sosok villant baru, yang jelas jauh lebih sangar dari The Scarecrow maupun Ra’s al Ghul. Yup, siapa lagi jika bukan The Joker (Heath Ledger). sang badut pyscho yang sama sekali tidak lucu ini memang benar-benar menjadi ikon dalam The Dark Knight. Oh, maaf, selain itu sang kekelawar juga harus kembali membagi pesonanya dengan Jaksa Wilayah Gotham yang baru, Harvey Dent (Aaron Eckhart) alias Two Face, hasilnya sebuah ensemble cast karakter paling hebat dalam sejarah superhero movies hingga saat ini. Filmnya sendiri juga tidak kalah dahysat-nya. Nolan sepertinya menambah segala yang ada dalam Batman Begins dalam porsi dua kali lipat lebih besar. Ya, sutradara 41 tahun ini menaikan tensi plot dengan megah, menggeber banyak klimaks kecil yang pada akhirnya ‘meledakannya’ dengan berbagai twist sejak pertengahan film. Di mulai dengan opening scene menarik dimana secara bersamaan Nolan juga memperkenalkan sosok Joker dengan rencana perampokan bank jeniusnya, pencidukan karkater antagonis, Lau dari Hong Kong, pesta pra kampanye Harvey Dent yang disambangi Joker hingga kejar-kejaran tegangan tinggi antara mobil boks dan truk pun dibesut dengan sangat baik oleh Nolan, menjadikannya salah satu adegan car chase paling memorable sepanjang sejarah yang kemudian berujung dengan hancurnya Batmobile dan memuculkan debut tunggangan Batman paling muktahir, Batpod. Dan itu semua tidak terjadi di akhir film. Wow sekali lagi! Nolan memang adalah orang yang paling bertanggung jawab di baik lahirnya sosok Batman yang baru, sosok yang jelas sangat jauh berbeda dengan film-film Batman sebelumnya, begitu manusiawi, mungkin hanya Nolan yang mampu membuat Batman bisa terbang dengan segala kemasuk-akalannya. Di sisi lain, dalam wujud seorang Bruce Wayne, Nolan menggambarkan pahlawan kita ini sebagai seseorang yang keras tapi juga sensitif, lihat saja disaat ia merasa dikalahkan Harvey Dent – yang kini bersanding dengan wanita idamannya, Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal) – di resto miliknya. Bruce juga kemudian membuatkan pesta pra-kampanye untuk Dent, dan itu dilakukannya semata-mata karena ego-nya yang tidak mau dikalahkan Dent sekaligus bukti penyambutan dirinya atas hadirnya Dent sebagai sosok ‘Ksatria Putih Gotham’ ! Pada akhirnya anda bisa mengerti mengapa tidak kata kata “Batman” dalam judulnya. Ya, film ini terlalu keras dan sadis untuk dapat dikonsumsi bocah-bocah yang selama ini mungkin menggambarkan sosok pahlawan pujaan mereka beraksi layaknya pada komik atau versi animasinya. Namun terlepas dari itu, film Batman yang dewasa ini tak mampu banyak berkutik mengeksplor akting para pemain pendukungnya. Meski terlihat lebih baik dibanding Katie Holmes, Maggie Gyllenhaal hanya kuat dalam kepribadian Dawes. Cantik tidak, manis pun tidak. Jadi jangan terlalu dipikirkan kenapa sosoknya bisa membuat seorang Harvey Dent tergila-gila dan seorang Bruce Wayne tetap mencintainya. Tidak ada ruang untuk itu, sebab Nolan tidak ingin bercengeng-ria disini. Lihat saja kematian Dawes langsung di jadikan Nolan sebagai pemicu lahirnya karakter viiliant baru, Two-Face. Tak ada tagisan! Sedangkan kematian jaksa wilayah pun juga di-plot Nolan sebagai raibnya Batman dari Gotham. Sosok Alferd (Michael Caine), Letnan James Gordon (Gary Oldman) maupun Lucius Fox (Morgan Freeman) tak mampu berkutik banyak disni. Toh, meskipun begitu Caine, Oldman dan Freeman tetap enak ditonton. Namun seperti yang saya katakan di awal tadi bahwa Heath Ledger dengan karakter Joker-nya adalah ikon terbesar dalam The Dark Knight. Sejak kehadirannya pada menit-menit awal disaat Joker membuka topeng badutnya, disaat itu juga Ledger sudah berhasil membuat bulu kuduk saya bergidik. Ya, selain Nolan, Ledger lah yang menjadi kunci mengapa The Dark Knight begitu dahsyat, kuat dan mengasyikan untuk ditonton. Joker yang dibawakannya memang tampil begitu misterius, begitu sadis dan mematikan namun disisi lain ia juga seorang jenius dan ahli dalam mempermainkan emosi lawan-lawannya dengan guyonan-guyonan ‘sintingnya. Ya, seperti yang dikatakannya, “I’m an agent of chaos”, Joker memang biangnya membuat onar dan kekacauan. Melalui The Dark Knight, Nolan seakan-akan memberikan contoh bagaimana membuat film superhero yang sempurna kepada para sineas lain. Tidak hanya mengobral adegan aksi spekatakuler, namun Nolan juga menginjeksinya dengan plot kuat dengan rententan twist mengejutkan yang dapat mempermainkan emosi dan pikiran setiap penontonnya. Apalagi disini juga ada sosok ‘badut gila’, Joker yang dibawakan sangat ciamik oleh almarhum Heath Ledger, membuat segalanya menjadi semakin lengkap. So far, Nolan’s The Dark Knight still the best superhero film ever made.
recommends this movie.
9 June 2015 - 16:59
JOKER!!